Tertutuplah Pintu- Bahasa~ Jalaluddin Rumi

Ada kucupan yang sungguh kami ingini
pada sepanjang hidup kami,
sentuhan sang Jiwa pada tubuh kami.

Air laut memohon mutiara
agar memecahkan cengkerangnya.

Dan bunga Lili, sepenuh nafsu
menunggu Kekasih yang liar!

Ketika malam, kubuka jendela
kupinta bulan datang bertandang
dan membenamkan wajahnya pada wajahku.
bernafas ke dalam diriku.

Menutup pintu-bahasa
Membuka jendela-cinta.

Bulan yang tak memerlukan pintu
ia hanya rindu jendela yang terbuka.

~ Jalaluddin Rumi

Sumber: http://penyair.wordpress.com/2007/12/06/tertutuplah-pintu-bahasa-jalaluddin-rumi/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s