Catatan Sebelum Tidur



Tak sangka. Tak sempat. Segala-galanya… Kerehatan hanya dalam mimpi di malam hari.

Karya Ngugi-Sebutir Gandum, di sisi bantal tetap kugagahi meski dihimpit kantuk, kerana badan mulai menuntut haknya.

Mata ini sudah berpinar, juga menuntut haknya. Tetapi serasa ingin tetap menulis… Apa? Fikiranku sudah beku, jari-jemari juga mulai lesu. Tidak tertahan lagi!

Catatan sebelum tidur…

Masih degil. Terkenang Allahyarham Zubir Ali dengan pengajarannya, meski aku ponteng sehari ketika itu, dan merupakan hari terakhir pengajarannya (aku terkilan), aku sempat juga menyalin nota kuliah beliau-catatan sebelum tidur, tugasan yang diberikan kepada kami. Dan contoh yang diberi pada hari itu antaranya berkaitan dengan kematian. (Wah, jari kembali laju menaip!).


“Maut:

Ketika bersedia

Kau tak datang

Ketika alpa

Kau pun datang.”



Aku juga mahu menulis catatan sebelum tidur. Tentang apa? Hmm… Baik!


Kantuk:

Biar dipaksa apapun

Kau tetap teguh bermukim

Di pelupuk mata,

Bantal dan selimut

Ubatnya paling mujarab!


Skrin dipadamkan. Tutup!


2.47 a.m.,

28 Mac 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s