Dalam Kenangan-Buat Yang Bergelar Teman

“Kami sering menyanyi bersama lagu “Dalam Kenangan”, suara halus akan tertebar ke seluruh langit, dibawa angin menderu ke bawah bukit, lalu hilang ditelan tanah-tanih subur di bawah sana. Kemudian puncak bukit disirami hujan. Gerimis yang berderai halus menjadi curahan lebat. Kami semua berteduh di bawah bangsal kecil. Seorang akan mengaku menjadi pelangi. “Selepas hujan teduh, pelangi akan bersinar untuk kamu, Salsabila.” Seorang lagi akan lebih mengusik, “Tetapi setelah hujan teduh, pelangi akan muncul lalu mesti ada matahari, dan akulah matahari untuk kamu.” – Petikan daripada Novel Tunggu Teduh Dahulu, karya Faisal Tehrani.

Mendengar halwa telinga ‘Dalam Kenangan’ dendangan Kumpulan Wheels, mengorakkan mindaku untuk mencantum semula cebis-cebis kenangan bersama teman-teman yang semakin ‘pergi’ meninggalkanku. Menyandang gelar mahasiswa tahun akhir merupakan tanda aras bahawa aku dan teman-teman sekursus menjadi pelajar Ijazah Sarjana Muda paling tua. Ditinggalkan teman-teman; jiran-jiran dari kursus lain yang mengikuti Sistem Pengajian Tiga Tahun (SPTT), sementara aku dan teman-teman sekursus terpilih ke Sistem Pengajian Empat Tahun (SPET).

Hakikatnya, terlalu banyak kenangan bersama kalian yang jika aku titipkan di sini, hanya membuatkan hatiku sebak. Diamnya aku bukan bermakna aku pergi. Bukan jua aku lari. Di hatiku, kalian masih teman-teman yang aku akui dunia dan akhirat. Teman yang benar.

Aku masih di jalan ini. Sehingga ke titik akhir hayatku.

Khas untuk kalian yang aku cinta selalu, dari dasar hati paling dalam, halwa telinga yang digilai oleh Salsabila Fahim, Kamil dan Lam Ping Hai dalam Novel Tunggu Teduh Dulu− Dalam Kenangan. Lagu ini merupakan kiriman seorang adik untukku ketika pertelingkahan kecil dengannya berkenaan beberapa metafora alam, dan katanya; ini bukan perdebatan antara Kamil dan Lam Ping Hai yang mahu menjadi pelangi dan mentari.

Dan lagu ini juga bukan untuk mengenang watak-watak tersebut, tetapi sebagai rasa penghargaanku memiliki sahabat dan teman seperti kalian yang sentiasa cuba membimbing, dengan menggalas payah dan mengendong sabar. Terima kasih!

Dalam Kenangan

Bila terkenang masa lalu rasa terharu
Segalanya masih kekal dalam kenangan
Tiba di persimpangan jalan berpisah jauh
Sekian lama di rantau bersendiri.

Tiada lagi seruling senja mendayu
Tiada lagi ketawa riang bersama
Bila sepi mengusik hati
Semuanya kini dalam kenangan.

Aku kirimkan restu pada ayah dan bonda
Budi dan jasamu tetap dalam kenangan
Teman seiring jalan kini jauh dariku
Kemesraan kita tetap dalam kenangan.

Tiada lagi suara ombak di pantai
Tiada lagi bayu Teberau membelai
Di saat sepi begini
Semuanya kini dalam kenangan.

Bila masanya tiba nanti aku kembali
Pasti ada yang berubah dan tiada lagi
Dan bila kutinggalkan lagi kampung halaman
Segalanya kan abadi dalam kenangan.
-Kumpulan Wheels

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s